• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • Mainbody Dark Theme
  • Mainbody Light Theme
  • Layout: 2 Left columns + Mainbody
  • Layout: Mainbody + 2 Right columns

Seni 'Bertengkar' Sehat Dalam Pernikahan

E-mail Print PDF

Jakarta - Tak satupun pernikahan yang luput dari konflik. Adakalanya sebuah pertengkaran menjadi media bagi suami-istri untuk saling mengemukakan pendapat. Namun ada batasan-batasan yang harus dibuat saat Anda dan suami saat bertengkar atau silang pendapat. Berikut beberapa aturannya.

  1. Saat bersilang pendapat, baik suami maupun istri memiliki hak dan kewajiban yang sama dalam mendengarkan juga didengarkan. Jangan ada perasaan selalu benar dari salah satu pihak. Jika Anda atau pasangan merasa selalu benar, maka tak ada gunanya berdebat. Karena hanya akan berujung pada suatu kebuntuan. 
  2. Bertengkar bukan berarti harus dengan cara merendahkan, mengejek serta menghina satu sama lain. Bertingkahlah bak dua orang dewasa yang tengah mencari jalan keluar. Jangan bertindak seperti ABG yang tengah unjuk kekuatan karena gengsi semata. 
  3. Jangan pernah memotong pembicaraan pasangan dengan cara menyela atau bahkan lari dari situasi. 
  4. Ingat, pendapat Anda juga pasangan sama pentingnya. Jangan bersikap egois dengan mengutamakan kepentingan sendiri. 
  5. Konflik dan pertengkaran yang Anda lakukan semata-mata untuk mecari titik tengah dan sebuah kompromi. Jangan jadikan pertengkaran sebagai ajang saling menjatuhkan. Hal itu justru akan menjadi bumerang bagi rumah tangga Anda.

 

Last Updated ( Monday, 14 June 2010 10:53 )  
  • The News

  • The Religy

  • The Healty

  • The Quote

  • The Links

" One does not fall in love; one grows into love, and love grows in him. "

Karl A. Menninger


Visitors

Advertisement

Sample image Advertisement space is available.
Sample image Advertisement space is available.
Sample image Advertisement space is available.

Login Form