• Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • Mainbody Dark Theme
  • Mainbody Light Theme
  • Layout: 2 Left columns + Mainbody
  • Layout: Mainbody + 2 Right columns

Maksimalkan Kecerdasan Anak Melalui Nutrisi Yang Tepat dan Stimulasi (Floor Time)

E-mail Print PDF
ParentingAsupan nutrisi yang tepat dan stimulasi yang diberikan sedini mungkin akan mempengaruhi kecerdasan anak. Perkembangan otak bayi setelah dilahirkan lebih penting dalam menentukan IQ anak di kemudian hari dibandingkan dengan ketika dalam kandungan.
Orang tua harus bijak dalam memberikan asupan nutrisi kepada anaknya mengingat setelah lahir otak bayi akan berkembang dengan sangat pesat dan kurang gizi yang berat akan menyebabkan kerusakan otak permanen. Penambahan nutrisi terhadap bayi akan memberikan efek positif bila diberikan sedini mungkin, yaitu mulai umur 6-18 bulan. Kekurangan gizi pada anak dapat menyebabkan kurangnya myelin (serabut syaraf) dan gangguan fungsi neurotransmitter atau bahan kimia otak.

Kerusakan otak dapat terjadi bukan hanya disebabkan kurangnya energi yang terdapat dalam asupan nutrisi yang diberikan, tetapi juga karena kurangnya mikronutrien yang terkandung didalamnya.

ParentingOtak merupakan pusat perkembangan tumbuh kembang anak. Saat dilahirkan, setiap bayi memiliki 100 milyar sel otak, namun belum semua sel otak tersebut terhubung dengan sempurna. Otak mengalami masa konstruksi semenjak masih berupa janin hingga decade pertama masa kana-kanak. Selama masa konstruksi ini lebih banyak sel-sel syaraf yang terbentuk dan dipakai. Kekuatan dan jumlah hubungan baru antarsel syaraf menjadi dasar untuk memori seorang anak sampai dengan masa dewasa mereka. Pemberian nutrisi yang cukup akan mengoptimalkan hubungan antasel syaraf tersebut.

Nutrisi terbaik untuk bayi adalah Air Susu Ibu atau ASI. Ada banyak zat gizi dalam ASI yang diperlukan untuk perkembangan otak yang sehat, antara lain protein dan asam amino, AA-DHA, Gangliosida (GA), Kolin dan zat gizi mikronutrien lainnya.

ParentingGA yang terdapat dalam ASI berperan penting untuk pembentukan memori dan fungsi umum otak besar, pertumbuhan dan pembentukkan sel syaraf serta sebagai modulator, yang melakukan transmisi dan informasi serta menyimpan data. Makin banyak sel syaraf yang terbentuk maka makin besar kapasitas memori yang disediakan dalam otak anak.

Masa tumbuh kembang anak ditandai dengan pertumbuhan (growth) dan perkembangan (development). Pertumbuhan meliputi pertumbuhan fisik (berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala), motorik halus dan kasar, personal sosial dan kemampuan kognitif.

Disamping nutrisi, stimulasi sangat memegang peranan penting dalam memaksimalkan kecerdasan anak. Stimulasi diperlukan agar hubungan antarsel syaraf otak (sinaps) dapat berkembang. Penting untuk diingat bahwa sinaps kan menghilang spontan bila tidak digunakan.

Salah satu metode yang dikembangkan saat ini adalah floor time. Floor time bertujuan untuk memberikan perhatian dan kedekatan emosional, komunikasi dua arah, merangsang ekspresi dan merangsang gagasan serta cara berpikir logis.

Secara sederhana, floor time dapat diartikan sebagai aktivitas interaksi dan bermain anak selama 20 sampai 30 menit bersama buah hati. Berinteraksi dan bermain dapat diulang beberapa kali dalam sehari. Yang paling penting dalam melakukannya, orang tua mengikuti kemauan anak dalam berinteraksi dan menyesuaikannya dengan usia perkembangan anak.

Tahapan pertama dalam floor time adalah perhatian dan kedekatan emosi. Orang tua dapat menarik perhatian melalui berbagai cara yang dapat menciptakan kesenangan bersama antara anak dan orang tua. Dan yang terpenting adalah berinteraksi, bukan menghibur.

Tahapan kedua adalah komunikasi dua arah melalui mimik atau berbicara dan berkomunikasi. Ketiga yaitu pura-pura bermain (pretend play), berbagi perasaan (sharing), merangsang emosi dan ekspresi serta berekspresi dalam berkomunikasi. Yang terakhir adalah berpikir logis dengan mengembangkan gagasan, berpikir abstrak serta memberikan pengertian secara nalar (logis). (Dee)
Last Updated ( Friday, 06 February 2009 13:01 )  
  • The News

  • The Religy

  • The Healty

  • The Quote

  • The Links

" Living apart and at peace with myself, I came to realize more vividly the meaning of the doctrine of acceptance. To refrain from giving advice, to refrain from meddling in the affairs of others, to refrain, even though the motives be the highest, from tampering with another's way of life - so simple, yet so difficult for an active spirit. Hands off! "

Henry Miller (1891 - 1980)


Visitors

Advertisement

Sample image Advertisement space is available.
Sample image Advertisement space is available.
Sample image Advertisement space is available.

Login Form